Presiden Gugah Peserta Rakerkesnas 2017: Semangat Selesaikan Persoalan Kesehatan

Fri, 03/03/2017 07:15:15   | Dilihat : 2367   Penulis : SUPER ADMIN

Presiden Gugah Peserta Rakerkesnas 2017: Semangat Selesaikan Persoalan Kesehatan

Jakarta, 28 Februari 2017

Selasa pagi (28/2), Presiden RI Joko Widodo membuka kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2017 di Birawa Assembly Hall Bidakara Jakarta. Terdapat pemandangan menarik dalam kegiatan tersebut. Usai kegiatan pembukaan, Presiden tampak menyalami para kepala dinas kesehatan di sepanjang jalan menuju pintu ke luar dari ruangan pelaksanaan kegiatan sambil sesekali mengucapkan kata-kata motivasi untuk lebih fokus dan semangat untuk menyehatkan masyarakat.

“Semangat, Indonesia harus sehat”, tandas Presiden.

Sebelumnya saat menyampaikan arahan di atas podium sesaat sebelum pembukaan, Presiden menyampaikan untaian kata yang penuh semangat dan optimisme. Seluruh hadirin di dalam ruangan begitu hening menyimak setiap pesan yang disampaikan. Dalam sambutannya, Presiden menyoroti beberapa persoalan kesehatan, seperti angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, adanya kasus anak kekurangan gizi, dan kematian akibat penyakit infeksi.

“Ini sebetulnya persoalan yang bisa kita selesaikan. Sekali lagi, dari segi ekonomi Indonesia sudah berada pada pendapatan menengah”, ungkap Presiden.

Begitu besarnya perhatian Presiden Jokowi terhadap kesehatan, dalam banyak kunjungannya ke daerah, Presiden sering membagikan langsung Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan Balita. Hal ini menunjukkan dukungan nyata Presidem terhadap kesehatan generasi bangsa sebagai investasi berharga terutama dalam mewujudkan Nawacita agenda kelima.

“Tidak ada anak yang sepantasnya kekurangan gizi di negara berpendapatan menengah seperti Indonesia sekarang ini. Tidak ada anak yang pantas meninggal karena penyebab yang sebetulnya kita bisa cegah dan kita mengerti bagaimana mencegahnya”, tuturnya.

Presiden menggugah peran serta lintas sektor lainnya agar bersama-sama mendukung upaya pembangunan kesehatan, karena status kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia berdampak pada pencapaian pembangunan. Persoalan dan beban di bidang kesehatan harus diselesaikan secepatnya agar dapat berhasil mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045.

"Kita kembalikan lagi kepada pola hidup sehat masyarakat kita, pola makan, olah raga, lingkungannya, sanitasi, air bersih. Oleh sebab itu hadir Menteri PU karana ini berkaitan erat dengan infrastruktur. Tidak mungkin kementerian kesehatan bekerja sendiri", tegas Presiden.