KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Kalsel Perkuat Koordinasi Tim Siskohatkes

 Jum'at, 07 Februari 2020
 Puskeshaji

Banjarmasin, 5 Februari 2020 - “Pelayanan kesehatan pada jemaah haji harus ditingkatkan terus menerus dan berkesinambungan, mengingat tantangan penyelenggaraan kesehatan haji tiap tahun terus berubah. Untuk itu diperlukan petugas kesehatan yang berkualitas, terampil dan berdedikasi tinggi dengan ditunjang sarana prasarana yang baik serta harus berkoordinasi dengan stake holder terkait.” Demikian arahan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, dr. H. Muhammad Muslim, M.Kes, pada saat membuka Pertemuan Penguatan Sistem Informasi Kesehatan Haji/Siskohatkes Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu 5 Februari 2020.

Sebelumnya Ketua Panita, dr. Hj. Sri Wahyuni, M.MKes, melaporkan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan data pemeriksaan kesehatan jemaah haji, meningkatkan koordinasi dan mencari solusi terhadap permasalahan yang timbul dalam penggunaan sistem informasi kesehatan haji. Peserta pertemuan berjumlah 45 orang, yaitu:

1. Peserta dari 13 kabupaten/kota (sebanyak 39 orang) masing-masing terdiri dari:
a. Kepala Seksi yang membawahi Program Kesehatan Haji Dinkes,
b. Pengelola Program Kesehatan Haji Dinkes,
c. Kepala Seksi Haji Kantor Kemenag
2. Peserta Provinsi 6 orang yang berasal dari Dinas Kesehatan Prov. Kalsel, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banjarmasin, Kantor Wilayah Kemenag Prov. Kalsel dan RSUD Ulin

Selain Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Narasumber lainnya adalah Kepala Bidang P2P Dinkes Prov. Kalsel, Kanwil Kemenag Prov. Kalsel, serta dari Pusat Kesehatan Haji (dr. Melzan Dharmayuli, MHM dan Nurul Jamal, S.Kom, M.Kom).

Semua peserta mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias, dan berkomitmen untuk selalu meningkatkan pelayanan terhadap jemaah haji, terutama dalam hal pengolahan data dalam Siskohatkes dan koordinasi dengan Siskohat Kemenag. Pada kesempatan ini juga telah didiskusikan teknis pelimpahan nomor porsi penggantian jemaah wafat kepada ahli warisnya, penjelasan mengenai sakit permanen dan disabilitas. (zhan)

Share Berita ini :

   