KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PUSAT KESEHATAN HAJI

Power Breakfast bersama Kapuskeshaji : Kesehatan Haji Sebelum ke Arab Saudi

 Senin, 03 Februari 2020
 Puskeshaji

Jakarta, 3 Februari 2020 - Senin pagi pukul 08.00 Tim Radio Elshinta mengunjungi kantor Pusat Kesehatan Haji dalam rangka acara Power Breakfast untuk melakukan wawancara bersama Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc. Acara dimulai dengan berbincang ringan antara pembawa acara dengan Kapuskes Haji. 

Dalam wawancara dengan Elshinta, Eka mengatakan bahwa untuk mengawal jemaah ada petugas kesehatan yang ditunjuk melalui rekrutmen. Rekrutmen dilakukan secara online yang bersifat transparan dan membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat sesuai kompetensi yang dibutuhkan. 

Selain penyiapan petugas juga penyiapan jemaah haji, antara lain melaksanakan pembinaan kesehatan kepada Jemaah haji sebelum keberangkatan. “Tiap Sabtu dan Minggu waktu saya untuk jemaah haji yang salah satunya bertemu dengan jemaah haji. Karena pada Sabtu Minggu (adalah) waktu yang tepat untuk bertemu dan diskusi dengan jemaah haji. Selain diskusi juga dilakukan pembinaan kesehatan untuk jemaah haji”, ujar Eka. Dalam setiap kesempatan diskusi dengan jemaah, Kapuskeshaji menghimbau agar jemaah haji menjaga kesehatan, pada saat di Arab Saudi jangan memaksakan diri jika merasa lelah,membiasakan diri untuk sarapan sebelum ke masjid, sering minum air, makan buah-buahan, dan membiasakan jalan kaki mulai sekarang.

Selama bertugas baik di Indonesia maupun di Arab Saudi, pusat kesehatan haji memberikan informasi yang tercatat. Oleh karena itu harus melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan yang melakukan pemeriksaan dan pembinaan secara langsung, Kementerian Agama (dengan siskohat, pelayanan haji dalam negeri), membuat vlog yang disosialisasikan di media sosial. 

Lebih lanjut dr. Eka mengatakan bahwa: ada faktor-faktor yang menyebabkan jemaah bisa sakit di luar kesehatannya. Hal ini yang harus dikendalikan bersama antara petugas, jangan sampai jemaah merasa tidak dipedulikan, stress di pesawat, sehingga dapat memicu gangguan kejiwaan jemaah. Di Arab Saudi disiapkan dokter ahli jiwa di Klinik Kesehatan Haji Indonesia, dokter bedah, dokter paru dan tenaga medis lain yang bertugas melayani jemaah haji.

Ada beberapa penyakit yang muncul di Arab Saudi, antara lain heat stroke, penyakit menular seperti meningitis dan Mers CoV. dr Eka juga mengatakan bahwa jika jemaah haji menurut anjuran seperti pakai paying, taat dengan anjuran dokter, InsyaAllah jemaah haji dapat terhindar dari penyakit. Jemaah haji agar ikhlas dan mengikuti anjuran dari petugas kesehatan agar jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan baik, dapat kembali dan berkumpul dengan keluarga di tanah air.

Kapuskeshaji mengatakan “Jemaah haji yang memiliki penyakit yang sudah diderita dari Indonesia atau penyakit tidak menular tidak perlu khawatir untuk beribadah di Arab Saudi sepanjang jemaah haji membawa obat pribadinya dan mengikuti anjuran petugas kesehatan. Yang menjadi tantangan kita adalah belum sinkronnya pemahaman jemaah haji tentang kesehatan dengan ibadah. Kalau sudah sinkron maka jemaah haji kita sudah the best.”

Pesan Kapuskes haji untuk jemaah haji yaitu: calon jemaah haji harus semangat, tetap sehat, selalu periksa kesehatannya, kalau sakit segera periksa ke dokter, jangan putus asa untuk tidak berangkat, tetap optimis dan berdoa terus, ikuti anjuran dan nasehat petugas kesehatan. Karena kami ingin jemaah haji sehat, berkumpul dengan keluarga dan kembali ke tanah air menjadi haji mabrur. (ADH)

 

Share Berita ini :

   